Sabtu, 02 Juli 2011

KETERAMPILAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN APLIKASI DALAM PRAKTEK PEMBELAJARAN


BAB II
PEMBAHASAN
1.      KETERAMPILAN GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Guru yang professional adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik. Dalam mengajar diperlukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Keterampilan tersebut adalah:
1.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran,
2.      Keterampilan menjelaskan,
3.      Keterampilan bertanya,
4.      Keterampilan member penguatan,
5.      Keterampilan menggunakan media pembejaran,
6.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,
7.      Keterampilan mengelola kelas,
8.      Keterampilan mengadakan variasi,
9.      Keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil.

1.1  Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran
1.1.1        Keterampilan Membuka Pelajaran
Keterampilan membuka pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi murid agar minat dan perhatianya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya.  Dengan demikian akan memberikan efek positif bagi kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana mental siswa agar terpusat pada hal yang akan dipelajarinya. Hal ini dilakukan di setiap pangkal kegiatan inti pelajaran, ini dilakukan dengan cara mengemukakan tujuan yang akan dicapai , menarik perhatian siswa, member acuan, dan membuat kaitan materi dengan bahan yang akan diajarkan.

1.      Tujuan keterampilan membuka pelajaran
a)      Membantu siswa menyiapkan diri dan membayangkan materi yang akan diajarkan,
b)      Menimbulkan minat dan perhatian siswa,
c)      Membantu siswa membatasi tugas yang harus dikerjakan,
d)     Membantu siswa agar mengetahui hubungan pengalamannya dengan materi yang akan diajarkan.
2.      Komponen-komponen dalam keterampilan membuka pelajaran
a)      Menarik perhatian siswa,
b)      Memotivasi siswa,
c)      Member acuan,
d)     Membuat kaitan, dengan menghubungkan minat dan pengalaman dengan kegiatan pembelajaran.

1.1.2        Keterampilan Menutup Pelajaran
Keterampilan menutup pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran.
1.      Tujuan keterampilan menutup pelajaran
a)      Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran,
b)      Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran,
c)      Membantu siswa mengetahui hubungan antara pengalaman dengan materi yang baru saja dipelajarinya.
2.      Komponen keterampilan menutup pelajaran
a)      Meninjau kembali penguasaan meteri atau dengan memberikan ringkasan
b)      Mengevaluasi, seperti memberikan soal, dan tugas-tugas.


1.1.3        Prinsip-prisip Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran
1.      Bermakna
Usaha menarik siswa memotivasi hendaknya berhubungan dengan isi dan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan.
2.      Berurutan berkesinambungan
Perwujudan prisip berurutan dan berkesinambungan memerlukan adanya susunan bahan pelajaran yang tepat, sesuai dengan minat siswa, ada kaitan yang logis antara satu bagian dengan yang lainya, sehingga dapat disusun rantai kognisi yang jelas dan tepat.

1.2  Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisir secara sistematis untuk menunjukan adanya hubungan antara suatu bagian dengan bagian yang lainya. Pemberian penjelasan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kegiatan seorang guru. Interaksi didalam kelas cenderung dipenuhi oleh kegiatan pembicaraan, baik oleh guru sendiri, oleh guru dan mahasiswa, maupun antara siswa dengan siswa.
1.      Tujuan ketermpilan menjelaskan
a)      Membimbing murid menghayati penalaran serta menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah
b)      Membimbing murid memahami materi yang dipelajari
c)      Melibatkan muri dalam pemecahan masalah
d)     Untuk memberikan balikan kepada murid mengenai kesalahpahaman
e)      Menolong siswa untuk mendapatkan dan memahami hokum, dalil dan prinsip-prinsip.
2.      Komponen-komponen keterampilan menjelaskan
a.       Komponen merencanakan
Penjelasan yang dilakukan guru perlu direncanakan dengan baik terutama berkaitan dengan isi pesan dan penerima pesan.
b.      Penyajian suatu penjelasan
Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilya dengan memperlihatkan hak-hal berikut:
·         Kejelasan
Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan yang mudah dimengerti oleh siswa dan menghindari penggunaan ucapan-ucapan dan istilah-istilah lain yang tidak dapat dimengerti siswa.
·         Penggunaan contoh dan ilustrasi
Dalam memberikan penjelasan hendaknya dikaitkan dengan contoh-contoh dan ada hubunganya dalam kehidupan sehari-hari.
·         Pemberian tekanan
Dalam memberikan penjelasan harus mengarahkan perhatian siswa agar terpusat pada masalah yang pokok dan mengurangi informasi yang tidak penting.
·         Penggunaan balikan
Guru hendaknya memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pemahaman, keraguan, atau ketidak mengertianya dalam penjelasan yang disampaikan. Tujuanya menjaring balikan tentang pemahaman mereka.
3.      Prisip-prinsip keterampilan menjelaskan
a.       Penjelasan dapat dilakukan pada awal, tengah, dan akhir pertemuan, Penjelasan juga diselingi dengan tujuan pembelajaran,
b.      Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran,
c.       Guru dapat menjelaskan apabila ada siswa yang bertanya,
d.      Materi penjelasan harus bermakna bagi siswa,
e.       Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa.

1.3  Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan mengajar bertanya tingkat dasar dan keterampilan mengajar bertanya tingkat lanjut. keterampilan mengajar bertanya tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. keterampilan mengajar bertanya tingkat lanjut merupakan lanjutan keterampilan bertanya tingkat dasar dan berfungsi mengembangkan kemapuan berfikir siswa dan mendorong mereka agar mengambil inisiati sendiri.
1.      Tujuan pertanyaan yang diajukan kepada siswa
a)      Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa tentang masalah yang diharapkan
b)      Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa dalam belajar
c)      Memusatkan perhatian siswa pada masalah yang dibahas
d)     Memberikan kesempatan siswa untuk mengasimilasikan informasi
e)      Mengembangkan cara belajar siswa aktif
f)       Mendorong siswa mengemukakan siswa mengungkapkan pendapat dalam diskusi
g)      Menguji dan mengukur hasil belajar
2.      Komponen-komponen keterampilan bertanya
a)      Keterampilan bertanya tingkat dasar
·         Menggunakan pertanyaan yang jelas dan mudah di tangkap oleh siswa
·         Pemberian acuan, sebelum memberikan pertanyaan
·         Pemindahan giliran, dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan bagi siswa
·         Penyebaran, dalam bertanya dan menjawab pertanyaan hendaknya di buat merata, atau acak.
·         Pemberian waktu berfikir, setelah membrerikan pertanyaan guru harus memberikan jeda waktu untuk berfikir
·         Pemberian tuntutan, khususnya pada siswa yang memberikan jawaban yang salah, untuk menemukan jawabanya sendiri.
b)      Keterampilan bertanya tingkat lanjut
·         Mengubah tingkat kognisi dalam memjawab pertanyaan. Dalam mengajukan pertanyaan guru hendaknya mengubah tuntutan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan dalam tingkat yang paling rendah.
·         Pengaturan urutan pertanyaan, guru dapat mengatur urutan pertanyaan yang diajukan kepada siswa.
·         Penggunaan pertanyaan pelacak, digunakan saat siswa menjawab pertanyaan sudah benar namun masih bias di tingkatkan.
·         Peningkatan terjadinya interaksi, khususnya kepada siswa dengan siswa dan guru hendaknya menguranga peran nya dalam penanya sentral.
3.      Prinsip-prinsip keterampilan bertanya
a.       Kehangatan dan antusias
Dalam mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban hendaknya sikap dan gaya guru ekspresi wajah, gerakan dan posisi badan menampakan kehangatan dan keantusiasannya.
b.      Kebiasaan yang perlu dihindari
·         Jangan mengulang pertanyaan ketika siswa tidak bias menjawab
·         Jangan mengulan-ulang jawaban siswa
·         Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan siswa
·         Usahakan agar siswa tidak menjawab pertanyaan secara serempak
·         Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan
·         Pertanyaan ganda

1.4  Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
21    Tujuan keterampilan memberikan penguatan
a.       Meningkatkan perhatian siswa pada pelajaran
b.      Meningkatkan motivasi belajar siswa
c.       Memudahkan siswa untuk belajar
d.      Mengeliminir tingkahlaku siswa yang negative dan membina tingkahlaku positif siswa
22    Komponen-komponen keterampilan penguatan
a.       Penguatan verbal
Penguatan verbal biasanya diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian , penghargaan, persetujuan dan sebagainya.
b.      Penguat non verbal
Penguatan ini meliputi beberapa hal , seperti:
·         Penguat berupa gerakan mimic atau badan,
·         Penguat dengan cara mendekati,
·         Pengaturan dengan kegiatan menyenangkan,
·         Penguatan berupa symbol dan benda,
·         Pengut tak penuh.
c.       Prinsip-prinsip keterampilan penguatan
·         Kehangatan dan antusias,
·         Kebermaknaan,
·         Menghindri respon yang negative,
·         Penguat pada perseorangan,
·         Penguat pada kelompok siswa,
·         Penguat yang diberikan dengan segera,
·         Penguat yang diberikan secara variatif.

1.5  Keterampilan Menggunakan Media Pembelajaran
Media pembelajaan adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran.
1.      Tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran
a.       Memperjelas penyajian pesan agar terlalu verbalistis,
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra,
c.       Memperlancar jalannya proses pembelajaran,
d.      Menimbulkan kegairahan belajar,
e.       Member kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan,
f.       Member kesempatan siswa untuk belajar mandiri.
2.      Komponen-komponen keterampilan menggunakan media pembelajaran
a.       Media visual,
b.      Media audio,
c.       Media audio visual.
3.      Prinsip-prinsip keterampilan menggunakan media pembelajaran
a.       Tepat guna, media harus sesuai dengan kopetensi dasar,
b.      Berdaya guna, media mampu meningkatkan motivasi siswa,
c.       Bervariasi, media mendorong sikap aktif siswa.

1.6  Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok
Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil ialah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil dengan efektif.
1.      Tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
a.       Siswa dapat pengalaman dan gagasan baru,
b.      Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan  untuk berfikir dan berkomunikasi,
c.       Siswa terlibat dalam perencanaan pengambilan keputusan.
2.      Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
a.       Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topic diskusi,
b.      Menganalisa pandangan,
c.       Memperjelas pendapat,
d.      Menyebarluaskan kesempatan berpartisipasi,
e.       Menutup diskusi.
3.      Prinsip-prinsip keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
a.       Diskusi hendaknya belangsung dalam iklim terbuka,
b.      Perlu perencanaan dan persiapan yang matang, meliputi:
·         Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa,
·         Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks,
·         Adanya pendahuluan yang berhubungan dengan topic,
·         Guru benar-benar jadi sumber informasi.

1.7  Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
1.      Tujuan keterampilan mengelola kelas, yaitu:
a.       Mendorong siswa mengembangkan tingah lakunya sesuai tujuan pembelajaran,
b.      Membantu siswa menghentikan tingkahlaku yang menyimpan,
c.       Mengendalikan siswaa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran,
d.      Membina hubungan interpersonal.
2.      Komponen-kompenen keterampilan mengelola kelas, yaitu:
a.       Keterampilan yang berhuibungan dengan penciptaan dan pemeeliharan kondisi belajar yang optimal,
b.      Keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
3.      Perinsip-perinsip keterampilan mengelola kelas, yaitu:
a.       Memodifikasi tingkah laku,
b.      Guru dapat menggunakan pendekatan,
c.       Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

1.8  Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi dalam kegiatan belajarmengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
1.      Tujuan keterampilan mengadakan variasi, yaitu:
a.       Menimbulkan dan meningkatnya perhatian siswa,
b.      Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru.
2.      Komponen-komponen keterampilan mengadakan variasi, yaitu:
a.       Variasi dalam gaya mengajar,
b.      Variasi dalam penggunaan media pembelajaran,
c.       Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa.
3.      Prinsip-prinsip keterampilan mengadakan variasi, yaitu:
a.       Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai,
b.      Variasi harus dengan lancer dan berkesinambungan,
c.       Variasi harus dilakuakan secara baik dan secara eksplisit.

1.9  Keterampilan Mengajar Perorangan Dan Kelompok Kecil
2.      Tujuan mengajar perorangan dan kelompok kecil, yaitu:
a.       Tujuan keterampilan mengajar perorangan
·         Mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada siswa,
·         Memberikan rasa tanggungjawab yang lebih besar terhadap siswa,
·         Member kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif,
·         Membentuk hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa.
b.      Tujuan keterampilan mengajar kelompok kecil
·         Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui dinamika kelompok,
·         Member kesempatan memecahkan masalah,
·         Mengembangkan siswa mengembangkan sikap social.
3.      Komponen-komponen keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil, yaitu:
a.       Keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran,
b.      Keterampilan mengorganisasi,
c.       Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi,
d.      Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
4.      Prinsi-prinsip keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil, yaitu:
a.       Prinsip-prinsip keterampilan mengajar perorangan, yaitu:
·         Guru perlu mengenal siswa secara pribadi,
·         Siswa bekerja bebas dengan bahan yang telah siap pakai,
·         Tidak semua mata pelajaran cocok disajikan secara perseorangan.
b.      Prinsip-prinsip keterampilan mengajar kelompok kecil, yaitu:
1)      Mengajar di dalam kelompok kecil yang bercirikan:
·         Memiliki keanggotaan yang jelas,
·         Terdapat kesadaran kelompok
·         Memiliki tujuan bersama
·         Saling tergantung dalam memenuhi kebutuhan,
·         Ada interaksi dan komunikasi antar anggota,
·         Ada tindakan bersama.
2)      Kualitas kelompok diharapkan dapat berperan secara positif, apabila syarat-syarat dipenuhi, yaitu:
·         Terjadi hubungan yang akrab antar sesame anggota,
·         Terjadi hubungan yang erat antara anggota kelompok,
·         Para anggota memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi,
·         Para anggota memiliki rasa kebersamaan yang erat.
3)      Pedoman pelaksanaan
·         Pembentukan kelompok,
·         Perencanaan tugas kelompok,
·         Persiapan dan pelaksanaan,
·         Pelaksanaan, yang meliputi:
-          Pelajaran diawali dengan pertemuan klasikal,
-          Guru mempersilahkan masing-masing kelompok menerjakan tugas.\,
-          Guru melakukan supervise.
2.   APLIKASI DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN

            Ada beberapa konsep keterampilan dasar mengajar yang perlu dipertimbangkan sebagai bahan perbandingan dalam membina keterampilan mengajar bagi para guru. Berikut ini konsep penggolongan keterampilan menurut James Cooper :
1.        Instructional planning yaitu keterampilan menyusun rencana pengajaran.
2.        Writing instructional objectives yaitu keterampilan merumuskan tujuan pengajaran.
3.        Lesson presentation skills yaitu keterampilan menyampaikan bahan pelajaran.
4.        Questioning skills yaitu keterampilan bertanya.
5.        Teaching concepts yaitu keterampilan tentang menyusun konsep atau persiapan mengajar.
6.        Interpersonal communication skills yaitu keterampilan mengadakan komunikasi interpersonal.
7.        Classroom management yaitu keterampilan mengelola kelas.
8.        Observation skills yaitu keterampilan mengadakan observasi.
9.        Evaluationyaitu keterampilan mengadakan evaluasi.

Pendapat lain yang juga memperlihatkan konsep keterampilan dasar  mengajar, dijabarkan secara kompleks yaitu menurut turney et al meliputi :
1.        Questioningyaitu keterampilan bertanya.
2.        Classroom management and discipline yaitu keterampilmbuhkan dan mengelola kelas dan menumbuhkan disiplin.
3.        Variability/varying the stimulus yaitu keterampilan memberikan stimulus secara bervariasi.
4.        Reinforcementyaitu keterampilan memberikan penguatan.
5.        Explaining/expositionyaitu keterampilan menjelaskan.
6.        Set induction/introductory procedures yaitu keterampilan membuka pertemuan.
7.        Small group teaching yaitu keterampilan mengajar secara berkelompok.
8.        Developing thinking yaitu keterampilan untuk mengembangkan pola berfikir.
9.        Individualling teaching yaitu keterampilan mengajar secara individual.

Dari kedua pendapat tersebut, keterampilan dasar mengajar dijabar dalam bidang kompetensi pendidikan, pengelolaan atau disiplin kelas dan pengajaran itu sendiri.
Sesuai dengan karakteristik perkuliahan PPL yang lebih menitikberatkan kepada latihan keterampilan mengajar dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan karakteristik PPL digunakan keterampilan dasar yang menyangkut :
1.        Set induction ialah keterampilan membuka pertemuan.
2.        Explainingialah keterampilan menjelaskan.
3.        Questioningialah keterampilan bertanya.
4.        Reinforcementialah keterampilan dalan memberi penguatan.
5.        Closing procedures ialah keterampilan menutup pertemuan.

Kelima keterampilan tersebut sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, sehingga banyak menimbulkan andil dalam mewujudkan efektivitas kegiatan tersebut.

2.1  Set Induction
Adalah keterampilan yang berhubungan dengan :
1.             Menciptakan kesan respektif di kalangan siswa, pada saat mulai memasuki kelas.
2.             Menciptakan kondisi emosional yang baik di dalam kelas.
3.             Menyampaikan prolog dari kegiatan belajar mengajar.
Menciptakan kesan respektif yang dilihat dari :
·                Kerapihan pakaian
·                Penampilan yang terkontrol dan simpatik
Penciptaan kondisi emosional seperti :
·                Pengucapan salam secara hangat
·                Pengakraban diri dan penunjukan sikap empati
Penyampaian prolog yaitu :
·                Penyampaian ikhtisar bahan pelajaran yang lalu
·                Memperkirakan tingkat entry behaviour
·                Penekanan pentingnya bahan / kegiatan yang akan dilakukan pada saat itu, hal ini diperlukan untuk menumbuhkan perhatian dan kesadaran diri dikalangan siswa.

2.2  Explaining
Keterampilan menjelaskan ini berhubungan dengan :
1.        Penyampaian suatu ide, pendapat, ataupun pemikiran (dalam hal ini, bahan pelajaran) dalam bentuk kata-kata.
2.        Pengorganisasian dalam menyampaikan ide tersebut:
·         Sistematika penyampaian
·         Hubungan antar hal yang terkandung dalam ide itu
3.        Upaya untuk secara sadar menumbuhkan pengertian ataupun pemahaman pada diri peserta didik

Keterampilan menjelaskan / eksplaining bertujuan untuk memberikan pengertian pada peserts didik, melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah, dan menuntun peserta didik kepada pengertian yang jelas dalam memecahkan pertanyaan (apa, mengapa, bagaimana).
Komponen yang perlu diperhatikan dalam keterampilan menjelaskan diantaranya adalah :
1.        Clarity of language (kejelasan bahasa) yang meliputi:
·       Kejelasan tujuan dan proses
·      Berhubungan dengan pencapaian hasil belajar
Aspek-aspek kejelasan
·       Pengetahuan/pengalaman pendidik terhadap subyek
·      Mendefinisikan istilah-istilah baru dan mengartikannya
2.        Illustration and examples (pemberian ilustrasi dan contoh) :
·      Ilustrasi merupakan penggambaran ide yang telah disampaikan, fungsinya untuk memperjelas ide sehingga tidak menimbulkan tafsirann yang kabur
·      Contoh diberikan untuk mengonkritkan ilustrasi yang diberikan, fungsinya untuk menghindari verbalisme
·      Menghilangkan kejemuan terhadap hal-hal  yang bersifat abstrak
3.        Emphasis(penekanan)
Pemberian penekanan bertujuan agar hal-hal tertentu yang dianggap penting  mendapat perhatian yang lebih dari siswa dengan cara pengulangan, pengambilan kesimpulan, nada suara yang berubah-ubah, kombinasi antara relax dan menyenangkan bersamaan dengan penuh antusias.
4.        Feed-back(pengambilan umpan balik)
Hal ini dilakukan untuk menciptakan situasi baru dan menumbuhkan minat belajar. Selain itu, juga dapat menghindari aktivitas monolog guru, peserta didik dapatt mengemukakan pemahaman mereka, menampakkan kebingungan/sikap mereka.

2.3Questioning
Keterampilan bertanya sangat penting dikuasai pendidik untuk memancing jawaban, komentar, pemahaman dari peserta didik. Terdapat tiga hal penting dalam keterampilan bertanya yaitu :
v  Pausing
Setelah pendidik mengajukan pertanyaan, peserta didik diminta tenang sebentar yang bertujuan untuk :
a.         Memberikan kesempatan berfikir mencari jawaban
b.         Untuk memperoleh jawaban yang komplit
c.         Memahami pertanyaan/menganalisa pertanyaan
d.        Agar banyak peserta didik yang menjawab


v  Prompting    
Pendidik mengajukan pertanyaan sulit, sehingga tidak ada peserta didik yang dapat menjawab karena sulitnya, atau karena pertanyaan tidak jelas. Karena itu pendidik  harus melakukan prompt atau mendorong dengan cara :
a.         Memberikan informasi tambahan, agar murid dapat menjawab
b.         Mengubah pertanyaan dalam bentuk lain
v  Probing
Melacak, menuntun, mengarahkan. Probing dilakukan karena belum mendapatkan jawaban sempuna dengan menunjuk peserta didik secara bergantian.

2.4 Reinforcement
Reinforcement adalah respon positif terhadap suatu tingkah laku tertentu dari peserta didik yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali.
Komponen keterampilan reinforcement yaitu :
1.         Verbal reinforcement
Komentar yang berupa ungkapan pujian.
2.         Gestural reinforcement
Penguatan berupa senyuman, tertawa, tepuk tangan, mengacungkan jempol dan berbagai ekspresi wajah serta anggota badan lainnya.
3.                  Proximity Reinforcement
Dengan mendekati, berdiri di dekat, duduk dekat kelompok, berdiri diantara peserta didik.
4.                  Contact reinforcement
Dengan cara menepuk bahu, punggung, tangan di kepala namun tetap bersikap sopan dan memperhatikan kebiasaan daerah setempat.
5.                  Activity reinforcement
Berjalan mendahului, membagi bahan, memimpin permainan, membantu siswa dalam mengggunakan OHP.
6.                  Token  reinforcement
Pemberian hadiah, bintang komentar pada buku tulis dan bentuk penghargaan lainnya.

2.5  Closing Procedures
Menutup atau mengakhiri pertemuan pada akhir jam pelajaran juga menuntut keterampilan tersendirri, hal ini penting agar pertemuan tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar terseebut menghasilkan kesan sosial psikologis yang positif bagi siswa.
Sehingga pendidik dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut :
·           Memberi penekanan kembali pentingnya bahan yang diberikan secara ringkas.
·           Penguatan untuk tetap mempertahankan kondisi belajar.
·           Ekspektasi.

Sebagai pendidik, haruslah memiliki variasi dalam mengajar. Membuat variasi adalah suatu hal yang penting dalam perilaku keterampilan mengajar. Dalam hal ini, yang dimaksud variasi adalah menggunakan berbagai metode gaya mengajar seperti variasi dalam menggunakan sumber bahan pelajaran media pengajaran, variasi dalam bentuk interaksi antara pendidik dan peserta didik.
Jika gaya mengajar, metodologi, sama saja digunakan selama satu semester, tentu akan membosankan peserta didik. Namun, biasanya guru tidak peduli dengan kebosanan peserta didik tersebut. Hal inilah yang hendak diatasi dengan jalan mengadakan variasi-variasi.
Seperti metode ceramah yang digunakan terus menerus tentu sangat meletihkan untuk semua tingkat satuan pendidikan. Seorang pendidik dapat membuat variasi metode ceramah tersebut dengan metode tanya jawab, diskusi, dan sebagainya.
Metode mengajar yang dapat digunakan oleh pendidik antara lain :



2.1  Metode Expository dan Discovery
Berdasarkan penelitian Edwin Fenton diketahui bahwa strategi belajar-mengajar yang banyak digunakan oleh para pendidik, bergerak pada satu garis kontinyu yang digambarkan sebagai berikut :


Exposition                                direct discussion                            discovery  


 


Dari gambar tersebut dilihat bahwa ujung paling kiri yaitu exposition (ekspositorik) yang berarti pendidik hanya memberikan informasi yang berupa teori, generalisasi, hukum atau dalil serta bukti-bukti yang mendukung.
Peserta didik hanya menerima saja informsi yang diberikan oleh pendidik sehingga peserta didik belajar dari informasi yang diterimanya itu, disebut ekspositorik. Titik-titik yang bergerak dari ujung kiri sampai ujung kanan mengandung unsur-unsur ekspositorik dengan berbagai metode yang bergerak sedikit demi sedikitsampai pada unsur discovery (penemuan).

2.2  Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Metode ceramah merupakan metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Kelemahan beberapa metode ceramah yaitu :
1.      Membuat peserta didik  pasif
2.      Mengandung unsur paksaan kepada peserta didik
3.      Mengandung daya kritis peserta didik
4.      Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar peserta didik
5.      Bila terlalu lama membosankan
Beberapa kelebihan metode ceramah :
1.      Pendidik mudah menguasai kelas
2.      Pendidik mudah menerangkan menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
3.      Dapat diikuti peserta didik dalam jumlah besar
4.      Mudah dilaksanakan

2.3  Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah. Metode diskusi pada dasarnya adalah bertukar informasi, pendapat, dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas.
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
1.      Mendorong siswa berpikir kritis
2.      Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas
3.      Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirannya untuk memecahkan masalah bersama
4.      Mengambil satu atau lebih alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama
Kelebihan metode diskusi :
1.      Suasana kelas akan hidup karena peserta didik mengarahkan pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan.
2.      Menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.
3.      Membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang laun sekalipun berbeda dengan pendapatnya.
4.      Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahami karena peserta didik mengikuti proses berpikir sebelum sampai pada kesimpulan.
Kelemahan metode diskusi adalah :
1.      Kemungkinan ada peserta didik yang tidak ikut aktif, sehingga membuat mereka lepas dari tanggung jawab.
2.      Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
3.      Dapat dikuasai oleh peserta didik yang suka / pandai berbicara.

2.4  Metode Tugas Belajar dan Resitasi
Metode ini merangsang peserta didik untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok. Peserta didik mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca dan mengerjakan soal-soal sendiri.
Kelebihan metode tugas belajar dan resitasi adalah :
1.      Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan.
2.      Mengembangkan kreatifitas peserta didik.
3.      Memberikan tugas pada peserts didik yang bersifat praktis mengenai lingkungan sekitar.
Sedangkan kelemahannya yaitu :
1.      Seringkali tugas rumah dikerjakan oleh orang lain.
2.      Apabila tugas terlalu berat dan banyak, akan mengganggu mental peserts didik.
3.      Peserta didik tidak mengerjakan dengan baik, bahkan cenderung menyalin hasil pekerjaan temannya.

2.5  Metode Inkuiri
Proses mengajar dengan metode inkuiri yaitu sebuah proses yang membawa peserta didik kedalam situasi yang memberikan kesempatan pada mereka untuk menggunakan apa yang telah mereka katahui dan mereka lakukan adalah hasil dari pemerolehan mereka sendiri, bukan karena pendidik.
Metode ini membutuhkan partisipasi aktif dalam penyelidikikan  secara ilmiah. Jadi metode inkuiri mendorong peserta didik untuk aktif mencari jawaban dari masalah yang dihadapi  dan menarik kesimpulan sendiri dengan berpikir ilmiah, logis, dan sistematis.

2.6  Metode Problem Solving
Dalam problem solving ini, menitikberatkan pada terpecahnya suatu masalah secara rasional, logis dan tepat namun kegiatannya tidak sampai mengejar hakekat yang ditemukan tapi lebih kepada proses terpecahnya masalah.
2.7  Metode Panel Diskusi
Sebuah kelompok kecil yang mendiskusikan topik tertentu, dan dipimpin oleh seorang moderator. Panel digunakan apabila pokok pembicaraan dianggap terlalu luas untuk dibicarakan dalam kelompok dan mendorong audience melihat permasalahan sehingga merangsang mereka untuk turut memikirkan dan menganalisa masalah.

2.8  Metode Buzz Group
Pembagian kelompok besar menjadi kelompok yang lebih kecil yang mendiskusikan pelajaran sehingga peserta didik yang  malu-malu didorong untuk menguraikan pendapat.
2.9  Metode Simposium
Beberapa orang membahas aspek tertentu dan membacakan didepan peserta didik lainnya secara singkat yang kemudian akan ada sanggahan dan pertanyaan dari pendengar.

2.10        Metode Syindicate Group
Sebuah kelompok kecil diberi tugas untuk mempelajari aspek tertentu . setiap syndicate / kelompok berdiskusi dan belajar masing-masing.

2.11        Metode Informal Debate
Kelas dibagi menjadi dua kelompok sama banyak dan mendiskusikan topik perdebatan yang bersifat problematik.

2.13Metode Fish Bowl
Kelompok yang akan menyampaikan hasil diskusi duduk membentuk setengah lingkaran dengan menyediakan beberapa kursi kosong yang diguhakan untuk duduk penanya. Sehingga kelompok pendengar duduk menggelilingi kelompok diskusi seperti melihat ikan dalam sebuah mangkuk.

2.14Metode Demonstrasi Dan Eksperimen
Demonstrasi  digunakan untuk menunjukkan kepada siswa suatu proses, sedangkan eksperimen mengerjakan sesuatu dan mengamati hasil dan proses percobaan tersebut.

2.15Metode Drill
Metode mengajar dengan memberikan latihan-latihan kepada peserta didik untuk mengasah keterampilan.

2.16Metode Karyawisata
Mengajak peserta didik ke objek tertentu untuk mengamati dan mempelajari sesuatu secara nyata.

2.17Metode Kerja Kelompok
Metode ini digunakan untuk mengatasi kesulitan karena adanya perbedaan kemampuan peserta didik.           



BAB III
TANGGAPAN DAN SIMPULAN

3.1 Tanggapan
Menurut kelompok kami, setelah memahami pembahasan mengenai  keterampilan guru dalam proses pembelajaran dan aplikasinya bahwa untuk menjadi seorang guru dibutuhkan berbagai macam keterampilan bukan hanya penguasaan dalam bidang pelajaran atau materi saja, tetapi juga guru harus memiliki kecakapan dalam penyampaian materi yang dapat diterima oleh peserta didik, seorang guru juga dituntut agar mampu memahami kondisi kelas dan peserta didik, sehingga seorang guru lebih mudah dalam menyampaikan materi ajar kepada peserta didik sesuai dengan teori dan konsep yang telah dijabarkan dalam makalah. Kelompok kami sangat menyetujui adanya teori dan konsep keterampilan guru dalam pembelajaran karena konsep tersebut dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan peserta didik akan mudah menangkap dan memahami materi yang telah disampaikan oleh guru. Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru antara lain yaitu Set inductionyaitu keterampilan membuka pertemuan.  Keterampilan ini digunakan untuk dapat menciptakan kondisi emosional yang baik di dalam kelas. Explainingialah keterampilan menjelaskan, Questioningialah keterampilan bertanya. Reinforcementialah keterampilan dalan memberi penguatan, Closing procedures ialah keterampilan menutup pertemuan.

3.2 SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dan tanggapan yang ditulis dari kelompok, kami menarik simpulan bahwa guru dalam proses pembelejaran harus memiliki dan mampu menguasai kondisi kelas serta harus mempunyai kemampuan dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran dan mengaplikasinya dalam proses  pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran dapat belangsung dengan kondisi yang sangat efektif. Suasana kelas yang efektif dalam proses pembelajaran dapat diperoleh salah satunya dari cara mengajar guru yang professional, misalnya guru yang professional harus mampu dan kreatif dalam mengajar atau menyampaikan materi ajar, keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru antara lain :  Set inductionialah keterampilan membuka pertemuan.Explainingialah keterampilan menjelaskan.Questioningialah keterampilan bertanya.Reinforcementialah keterampilan dalan memberi penguatan.Closing procedures ialah keterampilan menutup pertemuan. Setelah semua aspek tersebut terpenuhi diharapkan guru mampu menyampaikan materi dengan baik dan peserta didik mampu menerima dan memahami materi yang diberikan.


DAFTAR PUSTAKA

Buchori alma.2009.Guru Professional Menguasai Metode Dan Terampil Mengajar.Bandung. Alfabeta.
Udin syfrudin saud.2009.Pengembangan Profesi Guru.Bandung.Alfabeta.

Pedoman Hidup Islami Masyarakat Muhammadiyah


BAB I
PENADAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber Al-Quran dan Sunnah menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat utama yang diridloi Allah SWT.
Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah merupakan pedoman untuk menjalani kehidupan dalam lingkup pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, berbangsa dan bernegara, melestarikan lingkungan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengembangkan seni dan budaya yang menunjukkan perilaku uswah hasanah (teladan yang baik).

 
Landasan dan sumber Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi dengan pengembangan dari pemikiran-pemikiran formal (baku) yang berlaku dalam Muhammadiyah, seperti; Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Kepribadian muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah serta hasil-hasil Keputusan Majelis Tarjih.
 Warga Muhammadiyah dewasa ini memerlukan pedoman kehidupan yang bersifat panduan dan pengkayaan dalam menjalani berbagai kegiatan sehari-hari, Tuntutan ini didasarkan atas perkembangan situasi dan kondisi antara lain :
Kepentingan akan adanya Pedoman yang dijadikan acuan bagi segenap anggota Muhammadiyah sebagai penjabaran dan bagian dari Keyakinan Hidup Islami Dalam Muhammadiyah yang menjadi amanat Tanwir Jakarta 1992 yang lebih merupakan konsep filosofis.
Perubahan-perubahan sosial-politik dalam kehidupan nasional di era reformasi yang menumbuhkan dinamika tinggi dalam kehidupan ummat dan bangsa serta mempengaruhi kehidupan Muhammadiyah, yang memerlukan pedoman bagi warga dan Pimpinan Persyarikatan bagaimana menjalani kehidupan di tengah gelombang perubahan itu.
Perubahan-perubahan alam pikiran yang cenderung pragmatis (berorientasi pada nilai guna semata), materialistis (berorientasi pada kepentingan materi semata), dan hedonistis (berorientasi pada pemenuhan kesenangan duniawi) yang menumbuhkan budaya inderawi (kebudayaan duniawi yang sekular) dalam kehidupan modern abad ke-20 yang disertai dengan gaya hidup modern memasuki era baru abad ke-21.
Penetrasi budaya (masuknya budaya asing secara meluas) dan multikulturalisme (kebudayaan masyarakat dunia yang majemuk dan serba milintasi) yang dibawa oleh globalisasi (proses-proses hubungan-hubungan sosial-ekonomi-politik-budaya yang membentuk tatanan sosial yang mendunia) yang akan makin nyata dalam kehidupan bangsa. 
1.2 tujuan
Terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terbentuknya masyarakat utama yang diridlai Allah SWT.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Pandangan Islam Tentang Kehidupan
Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi ummat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spirituil, duniawi dan ukhrawi. Agama Islam, yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaan yang diturunkan allah yan tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi yang shahih (maqbul) berupa perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akherat. Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah duniawiyah. Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah SWT, Agama semua Nabi-nabi, Agama yang sesuai dengan fitrah manusia, Agama yang menjadi petunjuk bagi manusia. Agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama, Agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam, Islam satu-satunya agama yang diridloi Allah, agama yang sempurna.
Dengan beragama Islam maka setiap muslim memiliki dasar/landasan hidup tauhid kepada Allah, fungsi/peran dalam kehidupan berupa ibadah, dan menjalankan kekhalifahan, dan bertujuan untuk meraih Ridla serta Karunia Allah SWT. Islam yang mulia dan utama itu akan menjadi kenyataan dalam kehidupan di dunia apabila benar-benar diimani, difahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh pemeluknya (orang Islam, umat Islam) secara total atau kaffah dan penuh ketundukan atau penyerahan diri. (nahyu munkar), dan mengajak untuk beriman (tu'minuna billah) guna terwujudnya ummat yang sebaik-baiknya atau khairu ummah. Berdasarkan pada keyakinan, pemahaman, dan penghayatan Islam yang mendalam dan menyeluruh itu maka setiap warga Muhammadiyah merupakan suatu kewajiban yang mutlak untuk melaksanakan dan mengamalkan Islam dalam seluruh kehidupan dengan jalan mempraktekkan kehidupan Islami dalam lengkungan sendiri sebelum mendakwahkan islam kepada fihak lain. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam maupun warga Muhammadiyah sebagai muslim benar-benar dituntut keteladanannya dalam mengamalkan Islam di berbagai lingkup kehidupan, sehingga Muhammadiyah secara kelembagaan dan orang-orang Muhammadiyah secara perorangan dan kolektif sebagai pelaku dakwah menjadi rahmatan lil-'alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.
2.2  Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

·         Kehidupan Pribadi
Dalam Aqidah
Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran imani berupa tauhid kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang benar, ikhlas,dan penuh ketundukkan sehingga terpancar sebagai lbad ar-rahman yangmenjalani kehidupan dengan benar-benar menjadi mukmin, muslim, muttaqin,dan muhsin yang paripurna.Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagaisumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimananberdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak syirk, takhayul,bid'ah, dan khurafat yang menodai iman dan tauhid kepada Allah SubhanahuWata'ala.
Dalam Akhlaq
Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk meneladani perilaku Nabi dalam mempraktikkan akhlaq mulia, sehingga menjadi uswah hasanahyang diteladani oleh sesama berupa sifat sidiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Setiap warga Muhammadiyah dalam melakukan amal dan kegiatan hidup harus senantiasa didasarkan kepada niat yang ikhlas dalam wujud amalamal shalih dan ihsan, serta menjauhkan diri dari perilaku riya’, sombong, ishraf, fasad, fahsya, dan kemunkaran. Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk menunjukkan akhlaq yangmulia (akhlaq al-karimah) sehingga disukai/diteladani dan menjauhkan diridari akhlaq yang tercela (akhlaq al-madzmumah) yang membuat dibenci dan dijauhi sesama. Setiap warga Muhammadiyah di mana pun bekerja dan menunaikan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari harus benar-benar menjauhkan diri dari perbuatan korupsi dan kolusi serta praktik-praktik buruk lainnya yang merugikan hak-hak publik dan membawa kehancuran dalam kehidupan di dunia ini.
Dalam Ibadah
Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk senantiasa membersihkanjiwa/hati ke arah terbentuknya pribadi yang mutaqqin dengan beribadahyang tekun dan menjauhkan diri dari jiwa/nafsu yang buruk, sehingga terpancar kepribadian yang shalih yang menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri dan sesamanya.Setiap warga Muhammadiyah melaksanakan ibadah mahdhah dengansebaik-baiknya dan menghidup suburkan amal nawafil (ibadah sunnah) sesuai dengan tuntunan Rasulullah serta menghiasi diri dengan iman yangkokoh, ilmu yang luas, dan amal shalih yang tulus sehingga tercermin dalamkepribadian dan tingkah laku yang terpuji.
Dalam Mu’amalah Duniawiyah
Setiap warga Muhammadiyah harus selalu menyadari dirinya sebagai abdidan khalifah di muka bumi, sehingga memandang dan menyikapikehidupan dunia secara aktif dan positif serta tidak menjauhkan diri daripergumulan kehidupan dengan landasan iman, Islam, dan ihsan dalam artiberakhlaq karimah. Setiap warga Muhammadiyah senantiasa berpikir secara burhani, bayani,dan irfani yang mencerminkan cara berpikir yang Islami yang dapatmembuahkan karya-karya pemikiran maupun amaliah yang mencerminkanketerpaduan antara orientasi habluminallah dan habluminannas sertamaslahat bagi kehidupan umat manusia.Setiap warga Muhammadiyah harus mempunyai etos kerja Islami, seperti:kerja keras, disiplin, tidak menyia-nyiakan waktu, berusaha secaramaksimal/optimal untuk mencapai suatu tujuan.
·         Kehidupan Dalam Keluarga
Kedudukan Keluarga
.Keluarga merupakan tiang utama kehidupan umat dan bangsa sebagai tempat
sosialisasi nilai-nilai yang paling intensif dan menentukan, karenanya
menjadi kewajiban setiap anggota Muhammadiyah untuk mewujudkan
kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah40 yang dikenal
dengan Keluarga Sakinah. Keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah dituntut untuk benar-benar dapat mewujudkan Keluarga Sakinah yang terkait dengan pembentukan Gerakan Jama’ah dan da'wah Jama’ah menuju terwujudnya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Fungsi Keluarga
Keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah perlu difungsikan selain dalam mensosialisasikan nilai-nilai ajaran Islam juga melaksanakan fungsi kaderisasi sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi muslim Muhammadiyah yang dapat menjadi pelangsung dan penyempuma gerakan da'wah di kemudian hari. Keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah dituntut keteladanan (uswah hasanah) dalam mempraktikkan kehidupan yang Islami yakni tertanamnya ihsan/kebaikan dan bergaul dengan ma’ruf, saling menyayangi dan mengasihi, menghormati hak hidup anak, saling menghargai dan menghormati antar anggota keluarga, memberikan pendidikan akhlaq yang mulia secara paripuma, menjauhkan segenap anggota keluarga dari bencana siksa neraka, membiasakan bermusyawarah dalam menyelasaikan urusan, berbuat adil dan ihsan, memelihara persamaan hak dan kewajiban, dan menyantuni anggota keluarga yang tidak mampu.
Aktifitas Keluarga
Di tengah arus media elektronik dan media cetak yang makin terbuka, keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah kian dituntut perhatian dan kesungguhan dalam mendidik anak-anak dan menciptakan suasana yang harmonis agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan terciptan yasuasana pendidikan keluarga yang positif sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah dituntut keteladanannya untuk menunjukkan penghormatan dan perlakuan yang ihsan terhadap anakanak dan perempuan serta menjauhkan diri dari praktik-praktik kekerasan dan menelantarkan kehidupan terhadap anggota keluarga. Keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah perlu memiliki kepedulian sosial dan membangun hubungan sosial yang ihsan, ishlah, dan ma'ruf dengan tetangga-tetangga sekitar maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas di masyarakat sehingga tercipta qaryah thayyibah dalam masyarakat setempat. Pelaksanaan shalat dalam kehidupan keluarga harus menjadi prioritas utama, dan kepala keluarga jika perlu memberikan sanksi yang bersifat mendidik.
·         Kehidupan Bermasyarakat
Islam mengajarkan agar setiap muslim menjalin persaudaraan dan kebaikan dengan sesama seperti dengan tetangga maupun anggota masyarakat lainnya masing-masing dengan memelihara hak dan kehormatan baik dengan sesame muslim maupun dengan non-muslim, dalam hubungan ketetanggaan bahkan Islam memberikan perhatian sampai ke area  rumah yang dikategorikan sebagai tetangga yang harus dipelihara hak-haknya. Setiap keluarga dan anggota keluarga Muhammadiyah harus menunjukkan keteladanan dalam bersikap baik kepada tetangga, memelihara kemuliaan dan memuliakan tetangga, bermurah-hati kepada tetangga yang ingin menitipkan barang atau hartanya, menjenguk bila tetangga sakit, mengasihi tetangga sebagaimana mengasihi keluarga/diri sendiri, menyatakan ikut bergembira/senang hati bila tetangga memperoleh kesuksesan, menghibur dan memberikan perhatian yang simpatik bila tetangga mengalami musibah atau kesusahan, menjenguk/melayat bila ada tetangga meninggal dan ikut mengurusi sebagaimana hak-hak tetangga yang diperlukan, bersikap pemaaf dan lemah lembut bila tetangga salah, jangan selidik-menyelidiki keburukan-keburukan tetangga, membiasakan memberikan sesuatu seperti makanan dan oleh-oleh kepada tetangga, jangan menyakiti tetangga, bersikap kasih sayang dan lapang dada, menjauhkan diri dari segala sengketa dan sifat tercela, berkunjung dan saling tolong menolong, dan melakukan amar ma'ruf nahi munkar dengan cara yang tepat dan bijaksana. Dalam bertetangga dengan yang berlainan agama juga diajarkan untuk bersikap baik dan adil, mereka berhak memperoleh hak-hak dan kehormatan sebagai tetangga, memberi makanan yang halal dan boleh pula menerima makanan dari mereka berupa makanan yang halal, dan memelihara toleransi sesuai dengan prinsi-prinsip yang diajarkan Agama Islam.  


·         Kehidupan Berorganisasi
Muhammadiyah merupakan amanat umat yang didirikan dan dirintis oleh K.H. Ahmad Dahlan untuk kepentingan menjunjung tinggi dan menegakkan Persyarikatan Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarbenarnya, karena itu menjadi tanggungjawab seluruh warga dan lebih-lebih pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan dan bagian untuk benar-benar menjadikan organisasi (Persyarikatan) ini sebagai gerakan da'wah Islam yang kuat dan unggul dalam berbagai bidang kehidupan. Setiap anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah berkewajiban memelihara, melangsungkan, dan menyempurnakan gerak dan langkah Persyarikatan dengan penuh komitmen yang istiqamah, kepribadian yang mulia (shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah), wawasan pemikiran dan visi yang luas, keahlian yang tinggi, dan amaliah yang unggul sehingga Muhammadiyah menjadi gerakan Islam yang benar-benar menjadi rahmatan lil `alamin. Dalam menyelesaikan masalah-masalah dan konflik-konflik yang timbul di Persyarikatan hendaknya mengutamakan musyawarah dan mengacu pada peraturan-peraturan organisasi yang memberikan kemaslahatan dan kebaikan seraya dijauhkan  tindakan-tindakan anggota pimpinan yang tidak terpuji dan dapat merugikan kepentingan Persyarikatan. Menggairahkan ruh al Islam dan ruh al jihad dalam seluruh gerakan Persyarikatan dan suasana di lingkungan Persyarikatan sehingga Muhammadiyah benar-benar tampil sebagai gerakan Islam yang istiqamah dan memiliki ghirah yang tinggi dalam mengamalkan Islam.
·         . Kehidupan dalam mengelola amal usaha
Amal Usaha Muhammadiyah adalah salah satu usaha dari usaha-usaha dan media da’wah Persyarikatan untuk mencapai maksud dan tujuan Persyarikatan, yakni
menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Oleh karenanya semua bentuk kegiatan amal usaha Muhammadiyah harus mengarah kepada terlaksananya maksud dan tujuan Persyarikatan dan seluruh pimpinan serta pengelola amal usaha berkewajiban untuk melaksanakan misi utama Muhammadiyah itu dengan sebaik-baiknya sebagai misi da'wah.  Amal usaha Muhammadiyah adalah milik Persyarikatan dan Persyarikatan
bertindak sebagai Badan Hukum/Yayasan dari seluruh amal usaha itu, sehingga semua bentuk kepemilikan Persyarikatan hendaknya dapat diinventarisasi dengan baik serta dilindungi dengan bukti kepemilikan yang sah menurut hukum yang berlaku. Karena itu, setiap pimpinan dan pengelola amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang dan tingkatan berkewajiban menjadikan amal usaha dengan pengelolaannya secara keseluruhan sebagai amanat umat yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan persyarikatan dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian pimpinan amal usaha dalam mengelola amal usahanya harus tunduk kepada kebijaksanaan Persyarikatan dan tidak menjadikan amal usaha itu terkesan sebagai milik pribadi atau keluarga, yang akan menjadi fitnah dalam kehidupan dan bertentangan dengan amanat.
·         Kehidupan Dalam Berbisnis
Kegiatan bisnis-ekonomi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Sepanjang tidak merugikan kemaslahatan manusia, pada umumnya semua bentuk kerja diperbolehkan, baik di bidang produksi maupun distribusi (perdagangan) barang dan jasa. Kegiatan bisnis barang dan jasa itu haruslah berupa barang dan jasa yang halal dalam pandangan syariat atas dasar sukarela (taradlin). Prinsip sukarela dan keadilan merupakan prinsip penting yang harus dipegang, baik dalam lingkungan intern (organisasi) maupun dengan pihak luar (partner maupun pelanggan). Sukarela dan adil mengandung arti tidak ada paksaan, tidak ada pemerasan, tidak ada pemalsuan dan tidak ada tipu muslihat. Prinsip sukarela dan keadilan harus dilandasi dengan kejujuran. Hasil dari aktivitas bisnis-ekonomi itu akan menjadi harta kekayaan (maal) pihak yang mengusahakannya. Harta dari hasil kerja ini merupakan karunia Allah yang penggunaannya harus sesuai dengan jalan yang diperkenankan Allah. Meskipun
harta itu dicari dengan jerih payah dan usaha sendiri, tidak berarti harta itu dapat dipergunakan semau-maunya sendiri, tanpa mengindahkan orang lain. Harta memang dapat dimiliki secara pribadi namun harta itu juga mempunyai fungsi sosial yang berarti bahwa harta itu harus dapat membawa manfaat bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya dengan halal dan baik. Karenanya terdapat kewajiban zakat dan tuntunan shadaqah, infaq, wakaf, dan jariyah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam ajaran Islam. Ada berbagai jalan perolehan dan pemilikan harta, yaitu melalui (1) usaha berupa aktivitas bisnis-ekonomi atas dasar sukarela (taradlin),
(2) waris , yaitu peninggalan dari seseorang yang meninggal dunia pada ahliwarisnya (3) wasiat, yaitu pemindahan hak milik kepada orang yang diberi wasiat setelah seseorang meninggal dengan syarat bukan ahli waris yang berhak menerima warisan dan tidak melebihi sepertiga jumlah harta-pusaka yang diwariskan, dan
(4) hibah , yaitu pemberian sukarela dari/kepada seseorang. Dari semuanya itu, harta yang diperoleh dan dimiliki dengan jalan usaha (bekerja) adalah harta yang paling terpuji.

·         Kehidupan Dalam Mengembangkan Profesi
Setiap anggota Muhammadiyah dalam memilih dan menjalani profesinya di bidang masing-masing hendaknya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kehalalan (halalan) dan kebaikan (thayyibah), amanah, kemanfaatan, dan kemaslahatan yang membawa pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Setiap anggota Muhammadiyah dalam menjalani profesi dan jabatan dalam profesinya hendaknya menjauhkan diri dari praktik-praktik korupsi, kolusi, nepotisme, kebohongan, dan hal-hal yang batil lainnya yang menyebabkan kemudharatan dan hancumya nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan kebaikan umum. Setiap anggota Muhammadiyah di mana pun dan apapun profesinya hendaknya pandai bersyukur kepada Allah di kala menerima nikmat serta bershabar serta bertawakal kepada Allah manakala memperoleh musibah sehingga memperoleh pahala dan terhindar dari siksa.  Menjalani profesi bagi setiap warga Muhammadiyah hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati dan kejujuran sebagai wujud menunaikan ibadah dan kekhalifahan di muka bumi ini.

·         Kehidupan Dalam Berbangsa Dan Bernegara
Warga Muhammadiyah perlu mengambil bagian dan tidak boleh apatis (masa bodoh) dalam kehidupan politik melalui berbagai saluran secara positif sebagai wujud bermuamalah sebagaimana dalam bidang kehidupan lain dengan prinsip prinsip etika/akhlaq Islam dengan sebaik-baiknya dengan tujuan membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Berpolitik dalam dan demi kepentingan umat dan bangsa sebagai wujud ibadah kepada Allah dan ishlah serta ihsan kepada sesama, dan jangan mengorbankan kepentingan yang lebih luas dan utama itu demi kepentingan diri sendiri dan kelompok yang sempit. Para politisi Muhammadiyah berkewajiban menunjukkan keteladanan diri (uswah hasanah) yang jujur, benar, dan adil serta menjauhkan diri dari perilaku politik yang kotor, membawa fitnah, fasad (kerusakan), dan hanya mementingkan diri sendiri. Berpolitik dengan kesalihan, sikap positif, dan memiliki cita-cita bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

·         Kehidupan Dalam Melestarikan Lingkungan
Lingkungan hidup sebagai alam sekitar dengan segala isi yang terkandung di dalamnya merupakan ciptaan dan anugerah Allah yang harus diolah/dimakmurkan, dipelihara, dan tidak boleh dirusak. Setiap muslim khususnya warga Muhammadiyah dilarang melakukan usahausaha dan tindakan-tindakan yang menyebabkan kerusakan lingkungan alam termasuk kehidupan hayati seperti binatang, pepohonan, maupun lingkungan fisik dan biotik termasuk air laut, udara, sungai, dan sebagainya yang menyebabkan hilangnya keseimbangan ekosistem dan timbulnya bencana dalam kehidupan. Memasyarakatkan dan mempraktikkan budaya bersih, sehat, dan indah
lingkungan disertai kebersihan fisik dan jasmani yang menunjukkan keimanan dan kesalihan. Melakukan kerjasama-kerjasama dan aksi-aksi praksis dengan berbagai pihak baik perseorangan maupun kolektif untuk terpeliharanya keseimbangan,
kelestarian, dan keselamatan lingkungan hidup serta terhindarnya kerusakankerusakan lingkungan hidup sebagai wujud dari sikap pengabdian dan kekhalifahan dalam mengemban misi kehidupan di muka bumi ini untuk keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
·         Kehidupan Dalam  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Setiap warga Muhammadiyah wajib untuk menguasai dan memiliki keunggulan dalam kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana kehidupan yang penting untuk mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki sifat-sifat ilmuwan, yaitu: kritis, terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya, serta senantiasa menggunakan daya nalar.  Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian tidak terpisahkan dengan iman dan amal shalih yang menunjukkan derajat kaum muslimin  dan membentuk pribadi ulil albab. Setiap warga Muhammadiyah dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kepada masyarakat, memberikan peringatan, memanfaatkan untuk kemaslahatan dan mencerahkan kehidupan sebagai wujud ibadah, jihad, dan da'wah.

·         Kehidupan Dalam Seni Dan Budaya
Berdasarkan keputusan Munas Tarjih ke-22 tahun 1995 bahwa karya seni hukumnya mubah (boleh) selama tidak mengarah atau mengakibatkan fasad (kerusakan), dlarar (bahaya), isyyan (kedurhakaan), dan ba'id `anillah (terjauhkan dari Allah); maka pengembangan kehidupan seni dan budaya di kalangan Muhammadiyah harus sejalan dengan etika atau norma-norma Islam sebagaimana dituntunkan Tarjih tersebut. Seni rupa yang objeknya makhluq bemyawa seperti patung hukumnya mubah bila untuk kepentingan sarana pengajaran, ilmu pengetahuan, dan sejarah; serta menjadi haram bila mengandung unsur yang membawa `isyyan (kedurhakaan) dan kemusyrikan. Seni suara baik seni vokal maupun instrumental, seni sastra, dan seni pertunjukan pada dasarnya mubah (boleh) serta menjadi terlarang manakala seni dan ekspresinya baik dalam wujud penandaan tekstual maupun visual tersebut menjurus pada pelanggaran norma-norma agama.


BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terbentuknya masyarakat utama yang diridlai Allah SWT. Dengan demikan hal tersebut harus dicapai oleh seluruh masyrakat Muhammadiyah dan untuk mencapainya warga Muhammadiyah harus bisa mengamalkan atau menerapkan apa yang menjadi pedoman hidup hidup islam masyarakat Muhammadiyah mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berorganisasi, amal usaha, pengembangan pendidkan, kehidupan seni dan berbudaya, dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
3.2       Saran
Dengan dibuatnya makalah ini semoga bermanfaat dan memberi motivasi bagi perubahan arah hidup  untuk mahasiswa kususnya dan masyarakat umumnya. Selain itu agar mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru dan dapat mengambil hikamh dari makalh ini, kemudaian bisa menerapakan dalam kehidupan mereka masing-masing.


DAFTAR PUSTAKA
www.teknologipendidikan.net

Jumat, 01 Juli 2011

Ciri Pengusaha Sukses Karena Allah

Ciri Pengusaha Sukses Karena Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi. [QS Fathir {35}:29]

Ada seorang pengusaha sukses di Indonesia yang memulai karirnya dengan membuka sebuah bisnis makanan dan kini telah merambah seluruh tanah air dengan puluhan outlet dan cabangnya. Dalam tempo اyang tidak terlalu lama, usaha makanan lezat yang ia rintis berkembang dengan begitu menggurita. Masyarakat pun banyak menggandrungi makanan yang disajikan oleh ‘brand’ restoran miliknya.

Suatu saat pernah, beliau menjadi sponsor utama sebuah seminar zakat yang diadakan di kota Medan. Usai menyampaikan materi seminar, para pembicara diajak untuk menikmati santap siang di salah satu restoran milik sang pengusaha.

Ketika santap makan siang berlangsung, salah seorang pembicara menyela dengan sebuah pertanyaan kepada pemilik restoran, 'Pak, boleh dong berbagi cerita kiat sukses merintis bisnis kayak begini. Sepertinya bapak gak terlalu lama membangun bisnis ini tapi kok langsung menggurita sampai seluruh tanah air. Apa sih rahasianya?' Sambil tersenyum penuh rasa syukur, pengusaha ini menjawab dengan nada yakin: 'Pak Ustadz, sama seperti pengusaha lain, saya merintis ini dengan jatuh-bangun. Namun, sejak saya bertekad untuk menaikan zakat saya hingga 5% dari penghasilan. Subhanallah… Allah berkenan memberikan rezeki yang melimpah kepada saya, keluarga dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini.' Ia menambahkan, 'Saya amat percaya, semakin banyak kita membantu Allah, Dia pun akan lebih banyak lagi akan memberikan balasannya kepada kita. Dan itu telah kami rasakan kebenarannya!'

Allahu Akbar… Allah Maha Besar… Dia mampu untuk memberikan balasan yang begitu berkah bagi hamba-Nya yang mau berniaga kepada-Nya.

Itu cerita dari pulau Sumatera, tepatnya di kota Medan. Lain lagi kisah seorang pengusaha berkah dari Provinsi Jawa Tengah. Banyak usaha yang ia tangani. Mulai dari percetakan, penerbitan, institusi pendidikan, pelayanan haji & umrah, yayasan-yayasan social, dan banyak lagi. Bagi saya, jumlah usaha & kegiatan yang beliau tangani sulit dihitung dengan jari. Terakhir saya dengar, beliau tengah membangun sebuah hotel syariah di bilangan kota yang cukup strategis dengan biaya miliaran rupiah. Hal yang lebih membuat kagum adalah…, semua usaha yang beliau bangun berjalan dengan lancar dan memberi hasil yang tidak sedikit.

Subhanallah…, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, beliau amat terampil untuk mengelola semua usahanya. Saya penasaran untuk mengetahui rahasia kesuksesan di balik itu semua. Sampai pada akhirnya, salah seorang staffnya bercerita kepada saya bahwa beliau selalu menginfak-an hampir 30% dari penghasilannya di jalan Allah Swt.

Kala krisis moneter, perusahaan percetakan miliknya hampir bangkrut sama seperti usaha yang lain. Sebuah kebijakan yang ia tempuh terdengar aneh saat itu. Para karyawannya yang berjumlah ratusan, tidak ia rumahkan. Bahkan beliau tambahkan gaji mereka. Sehingga membuat karyawan tersebut senang, tidak resah dengan harga bahan pokok yang menggila pada saat itu, dan akhirnya…. mereka pun berdoa untuk kebaikan pemilik usaha. Subhanallah… siapa yang suka memberi, ia pasti akan diberi. Oleh siapa, ya… oleh Sang Maha Pemberi, Al Wahhab!

Perniagaan yang tiada merugi… itulah salah satu jaminan bagi orang yang suka berinfak.

Cobalah simak hadits 567 bab 60 dalam kitab Riyadhus ShalihinI! Di sana Nabi Saw berkisah, ada seorang petani di Madinah… ia berdiri di antara kebun kurmanya yang kering kekurangan air. Pohon tidaklah subur, sementara buah-buahan tidak muncul dengan baik. Ia khawatir, bila kekurangan air maka kebun tidak akan memberi hasil maksimal untuk kebutuhan hidup ia dan keluarga. Ia menengadah ke arah langit. Kedua tangannya, ia angkat setinggi mungkin seraya merapal lafal-lafal doa kepada Allah agar kebunnya diberi air hujan.

Tak lama sejak itu, Allah mengirimkan awan untuk berkumpul. Beriringan sedikit demi sedikit, awan berkumpul dengan cukup lebat di atas kebunnya. Sang petani tersenyum kegirangan. Dalam hatinya, ia berucap… 'Allah mengabulkan doa & permintaanku tadi!' Namun sebaliknya yang terjadi. Terdengar olehnya sebuah suara yang berasal dari langit dan berbunyi, 'Wahai awan, pergilah ke tanah si Fulan…!'

Maka berjalanlah awan ke arah lain, ke tempat yang tidak diketahui oleh si petani yang baru saja berdoa. Kekesalan membuncah dalam batin sang petani. 'Mengapa hujan tidak jadi turun di tanahku?' gumamnya. Ia pun penasaran. Ia berlari dan terus berlari. Mengikuti kemana awan akan berhenti dan menurunkan air yang dikandungnya.

Sampai di suatu tempat yang subur… daunnya rimbun… dan memiliki air yang banyak. Awan pun berhenti dan mencurahkan segala air yang berada di dalam perutnya. Si petani menatap keheranan…, tatkala dilihatnya ada seorang pria bersahaja yang sedang berdoa syukur kepada Tuhan karena telah memberi rahmat pada tanahnya.

Saat itu, si petani memanggil nama si pemilik tanah. Sang pemilik tanah merasa heran lalu bertanya, 'Saudara, dari mana Anda tahu namaku?' 'Itulah saudaraku, aku sendiri ingin bertanya sebaliknya, amalan apa yang membuat usahamu begitu berkah hingga namamu ku dengar dari suara langit yang memerintahkan awan untuk menurunkan hujan di sini…, di tanahmu!' Subhanallah! Bukankah ini sebuah prestasi hebat, hingga membuat nama seseorang disebut di langit?

Si pemilik tanah mencoba menjawab pertanyaan petani, 'Saudara, belum ada orang yang aku beritahukan tentang amalan yang aku kerjakan sehingga membuahkan hasil sedemikian. Namun karena engkau telah tahu sebagian rahasia ini… dan juga karena engkau telah menanyakannya, maka tak layak bagiku untuk merahasiakannya lagi.'

'Ceritakanlah padaku, wahai Saudara!' gegas si Petani sebab penasaran.

'Rahasianya mungkin adalah…. Setiap kali kebun dan tanah ini memberi hasil, hanya sepertiga darinya yang aku makan. Sepertiganya lagi aku kembalikan kepada tanah ini sebagai tambahan modal. Lalu sepertiganya lagi, aku berikan kepada Allah Swt sebagai infakku di jalannya. Itulah amalan rutin yang aku kerjakan sehingga membawaku pada hasil yang sedemikian.'

Subhanallah…!! Pemilik tanah tersebut memberikan sepertiga dari penghasilannya untuk Allah Swt. Tak pelak, Allah Swt pun memuliakannya. Saudaraku…, bila dalam merintis usaha, perniagaan, perdagangan atau apapun yang kita lakukan… bila kita sering mengalami kerugian, kebangkrutan, kredit macet dan lain sebagainya yang dapat membuat usaha kita mengalami kemunduran. Maka…, cobalah resep di atas! Insya Allah, Anda akan merasakan apa yang mereka rasakan, yaitu Perniagaan yang Tiada Merugi Disebabkan Infak di Jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selamat Mencoba!

[Sumber: fhea.wordpress.com]
"

Pedagang Gorengan Mampu Meraup Untung 90 Juta sampai 120 juta Perbulan!

Pedagang Gorengan Mampu Meraup Untung 90 Juta sampai 120 juta Perbulan!: "Penjual makanan ini dikenal oleh orang Bandung dengan dua suku kata; Gorengan Cendana. Sebuah tenda kaki lima menjual pisang, nanas, combro dan bala-bala goreng, dengan letaknya di Jalan Cendana. Apakah yang membuatnya istimewa?

'Kulit gorengannya garing dan bikin ketagihan. Rasanya khas jadi nggak bosen-bosen,' tutur Wiwi (22), seorang pembeli yang mengomentari rasanya.

Yusuf Amin (53), dikenal sebagai pemilik Gorengan Cendana, mengatakan rahasia gorengan buatannya memang sengaja dibuat kering dan warnanya agak kecokelatan. Makanannya memang lebih pas dimakana diwaktu masih hangat. Tapi, kata Yusuf, Gorengan Cendana dalam keadaan dingin pun akan tetap nikmat.



Yusuf Amin (54). Pemuda asal Cirebon (21) yang tidak lulus SD menikah dengan gadis yang bernama Sumarni (14), dengan hanya bermodalkan tekad, Yusuf Amin muda terus berjuang mencari sesuap nasi, untuk menghidupi sang istri tercinta.

Ketika sang Istri mengandung, sawah di daerahnya banyak yang kering karena kemarau. Yusuf yang sehari-hari membantu orang tuanya yang sebagai buruh tani pun menganggur. Tak tahan menganggur, Yusuf pun memutuskan untuk merantau ke Bandung pada tahun 1975. Dengan bekal Rp. 500 untuk ongkos naik bis, dan ia akhirnya pergi ke Bandung untuk mencari nafkah bermodal doa dari istri, mertua dan orang tuanya.'Saya pertama ke Bandung minta restu orang tua, pidua'na (bahasa sunda artinya meminta doanya) supaya hidup saya berkah. Waktu itu saya tidak minta harta. Itu mungkin dinamakan rejeki berkah. Pendapatan sedikit, tapi cukup untuk yang lain. Apalagi pendapatan banyak' kata Yusuf kepada tabloid al hikmah.

Berawal dari berjualan skoteng di Bandung, ia menginap di rumah kakak sepupunya di Cihaurgeulis. Mulai seusai shalat isya sampai jam 2 malam Yusuf pun mulai menjajakan dagangannya dari rumahnya sampai Gegerkalong. Saat itu udara terasa sangat dingin di Bandung, Yusuf terus bersemangat guna membiayai istrinya yang sedang hamil. Terus teringat dipikirannya untuk terus berjualan demi membahagiakan istrinya. Rupiah demi rupiah dia simpan di celengan kalengnya. Hingga pada 25 Agustus 1975 lahirlah seorang bayi laki-laki buah cinta Yusuf dengan Istrinya, perjuangan 20 hari berjualan sekoteng akhirnya dapat membiayai persalinan istrinya.

Saat anaknya berusia 8 bulan, Yusuf pun membawa keluarganya ke Bandung. Tinggal di Haur Pancuh bekas jongko pasar yang tidak layak huni sebagai tempat bermukim keluarganya. Dan membeli gerobak sekoteng seharga 4500 milik temannya. Yusuf pun kembali berjualan sekoteng. Dua tahun berlalu ternyata jerih payahnya belum mampu mensejahterakan keluarganya. Ia memiliki cita-cita untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang perkuliahan. Tentu ini cita-cita yang luar biasa, dengan kondisi pada waktu itu.

Tahun 1977 akhirnya Yusuf beralih menjadi penjual Gorengan, dengan modal RP. 67500 untuk membeli gerobak dengan peralatannya. Ia pun berjualan di sekitar Ciliwung kota Bandung. Tapi cuman bertahan sebentar, dan kemudian ia pun pindah ke jalan Cendana, karena melihat ada seorang ibu yang juga menjual gorengan disana.



Ia memulai usahanya sesudah shalat Dzuhur sampai jam 21.00. Bersama sang istri dan anak pertamanya yang baru berusia 2 tahun kemudian ia memulai berdagang. Hari pertama, Yusuf mengeluarkan modal Rp. 4000 untuk belanja dan hasil penjualannya hanya 400. Tapi itu bukan hal yang membuat Yusuf cepat mengeluh dan menyerah. Berkat ketekunan dan doa, penjualan gorengan dari hari ke hari semakin bertambah hingga akhirnya bisa mencapai balik modal. Yusuf dan keluarga yang selalu sholat tepat waktu dan terbiasa berpuasa senin kamis plus shalat sunat tak lupa ia kerjakan juga.

Mulai dari berjualan dengan sepi pembeli sampai dengan hujan-hujanan sambil dorong gerobak bersama istri, anaknya di masukan ke dalam gerobak dengan beralaskan kardus. Ketekunan Yusuf dan keluarga akhirnya berbuah hasil, ditahun 1983 yusuf dapat membeli rumah sederhana dan pada tahun 1988 ia pun dapat berhaji berdua bersama isterinya. Dan sepulang dari Haji usahapun semakin laris.

Mulai dari orang biasa sampai konglemerat pernah merasakan gorengannya, kini ia telah bisa menyekolahkan ke empat anaknya hingga perguruan tinggi. Dua orang diantaranya menjadi dokter umum. Tak lupa ia pun membantu anak saudaranya untuk bersekolah sampai perguruan tinggi. Rumah yusuf pun satu diantaranya didedikasikan untuk kepentingan umat dan sisanya untuk anak-anaknya serta karyawannya yang kini berjumlah 10 karyawan. Tak lupa kepada orang tuanya pun dibangunkan rumah dan naik haji. Sampai memberikan beberapa bidang tanah untuk digarap oleh saudara-saudaranya di Cirebon dan memperkerjakan tetangganya yang menganggur. Semua yang ia lakukan bukan hanya untuk dirinya pribadi tetapi untuk sesamanya dan mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Semua yang dilakukan saat Yusuf masih sangat sederhana, prinsipnya memberi sesuatu tidak mesti menunggu kaya. 'Tekad saya, Allah ngasih rejeki. Supaya rejeki itu langgeng, maka harus berbagi dan memang terasa manfaatnya,' ungkap Yusup. Sampai saat ini ia pun mengaku meraup keuntungan 3-4 juta perhari atau 90-120 juta perbulan, Omset bisa naik berlipat-lipat saat bulan pernuh berkah tiba (Ramadhan).

Itulah perjalanan Haji Yusuf Amin, pedagang gorengan di Cendana Bandung yang bermodal tekad kuat untuk menghidupi keluarganya, mencari rejeki yang berkah tentunya dengan cara yang halal.

[sumber dirangkum dari majalah AlHikmah edisi 46]
"