Kamis, 12 Januari 2012

Pay Out Pertamaku


Alhamdulillah setelah terjun di dunia blogging selama kurang lebih satu tahun akhirnya saya mendapatkan hasil dari ngeblog. Ya mesikupun dibilang kecil namun saya tetap bersyukur karena dengan hal tersebut semangat untuk ngeblog semakin tinggi.

sumber
Memang orientasi untuk ngeblogging dulu tidaklah berfokus pada uang, namun terlebih pada belajar dan belajar, terutama dalam hal meningkatkan kreativitas.


Namun seiring berjalannya waktu, jalan untuk mengumpulkan pundi-pundi recehpun terlihat didepan, setelah IBN (id Blog Network) mengaprove blog ABIBUNDA ini.

Dan setelah sekianlama menunggu, dan sempat konfirmasi dengan Admin dari IBN akhirnya Bulan ini saya bisa PO (Pay Out). Dan terbukti IBN benar-benar membayarkan hasil keringat dari member-membernya.

PO ini adalah PO pertamaku di IBN sekaligus selama saya ngeblog. Ya meskipun tidak sebanyak mastah-mastah yang lain, tapi tetap disyukuri dan dijadikan motivasi untuk lebih dalam kedepannya

Untuk temen-temen yang lain, jangan patah semangat ya


Jadikan tulisan ini sebagai motivasi sobat sekalian untuk lebih dalam meningkatkan kreativitas dalam ngeblognya

Sabtu, 07 Januari 2012

Jangan Menunda Untuk Melangkah Kedepan

 
Setiap orang pasti memiliki sebuah tujuan, ya sebuah tujuan hidup yang bisa dikatakan sebagai konsep hidup. Pada dasarnya semua orang menginginkan kehidupan yang baik dan itu merupakan tujuan hidup yang dikonsep sedemikian rupa.
Namun terkadang tujuan-tujuan yang telah terkonsep rapi cenderung kurang diurus, kurang untuk difikirkan, kurang focus dan bahkan ada yang hanya menjadikan konsep hidup sebagai angan-angan saja, alias tanpa ada sesuatu untuk menggerakkan konsep itu.

Mengapa mereka mangacuhkan tujuan yang telah terkonsep dalam diri mereka?
Jawabannya hanya ada pada mereka.

Terbuangnya Tujuan yang telah terkonsep ini akibat dari perasaan mereka yang nyaman yang beranggapan bahwa mereka telah cukup. Hal inilah yang dengan sengaja dapat menghapus semua tujuan yang telah tersusun rapi.

Saat keaadaan berubah 1800, saat rasa kenyamanaan yang dulu mengiringi mereka dan sekarang berubah menjadi kegelisahan, kepanikan, ketaukatan bahkan stress!

Inilah yang terjadi ketika semua tujuan yang terkonsep secara rapih tidak berjalan hanya karena ketidak fokusan kita terhadap sesuatu yang akan memberi jalan kedepan untuk dirikita sendiri. Sama seperti kata pepatah “Kenapa Pakai Galah Untuk Lompatan yang Pendek? Buat Target yang lebih menanatang”.

Terkadang orang mengambil cara mudahnya saja dengan mematok sesuatu/menargetkan sesuatu yang tinggi namun dengan alasan yang tak jelas, dan bahkan bisa dikatakan hanya asala bicara.

Apapaun rencana kita, serapih apapun konsepnya jika kita tidak focus dan cenderung menundanya maka konsep tinggallah konsep yang menjadi angan-angan belaka.

Mulailah segera dan jangan ditunda lagi.
Tidak ada kata terlambat! Let’s do it as soon as possible!

Ingat, “ada harga yang harus dibayar dari sebuah Penundaan!”

Mari Mantapkan Hati dan mulai melangkah untuk menyusun langkah menuju masa depan. Apapun tujuannya semua bisa dicapai apabila kita mulai menata, menyiapkan, dan mengaturnya mulai sekarang.

Lilin-Lilin Yang Setia Menerangi Bangsaku

Mobil EsemkaLilin-Lilin Kecil Yang Siap Menerangi Bangsa Kini berubah Menjadi Lilin-Lilin Yang Setia Menerangi Bangsaku.
Kita Patut berbangga Hati dengan mereka Generasi muda yang mampu menciptakan sesuatu, yang berani berinovasi untuk menantang perubahan di Negeri ini.

Dengan hadirnya Mobil ESEMKA karya anak Bangsa, yang menjadi saksi, menjadi fakta Sekali lagi bukti bahwa Generasi Muda kita terus bergerak untuk terus membanggakan Negeri ini di tengah lagi lagi ketidak pedulian yang sedang diperlihatkan oleh para elit kita.
Mereka Lilin Kecil, Para Generasi Bangsa terus berkarya, terus berjuang untuk dapat merubah negrinya tercinta Negeri Kita Indonesia untuk dapat setidaknya menjadi tuan rumah di Negeri Sendiri meskipun tanpa bantuan dari Pemerintah.

Mereka tidak putus asa ketika mereka dihadapkan pada suatu permasalahan yang klasik yaitu Dana. Mereka tetap mencoba meski dengan segala keterbatasannya.
Harapan perubahan secercah didepan telah terlihat, namun belum meleber Harapan itu sudah ada yang akan menutup rapat-rapat harapan itu. ya, ditengah Kebanggaan akan Kreativitas Anak Bangsa dengan karyanya Mobil ESEMKA yang merupakan harapan dan motivasi bagi kemajuan bangsa, segelintir Elit memperlihatkan ketidak peduliaannya terhadap hasil karya Anak Bangsa. Dengan alasan Belum teruji, Emisi Masih tinggi, Menggunakan Mesin rakitan alias modifikasi yang nantinya siap mengganjal Karya Anak Bangsa.

Apakah orang sukses, itu lahir langsung jadi sukses?
Apakah Anda Menjadi orang Elit itu, dari Lahir langsung jadi pejabat?
Apakah Bangsa ini, dari jaman nenek moyang ini namanya Indonsia?

Tidak jawabnya: semua butuh proses, semua butuh pengorbanan, semua butuh kerjasama, semua butuh keuletan. Dan disinilah peran Elit sangat diandalkan

Ini bukan masalah mampu atau tidak mampu, bukan masalah bisa atau tidak bisa, ini masalah perhatian, keseriusan. Bangsa ini sebenarnya mampu menjadi lumbung padi no.1 di Dunia, Bangsa ini bisa menjadi Terkaya Didunia, Bangsa ini bisa menjadi Produsen Otomotif, Elektronik, Tekstil dll. Semua hanya perlu perhatian dan keseriusan dari Elitnya.

Lilin-Lilin Kecil Telah memberikan warna bagi Perubahan, Dan saatnya Menerangi Bangsa Ini dengan Lilin-Lilin Kecil yang telah berubah menjadi Lilin-Lilin Besar yang setia menerangi bangsa.

Minggu, 01 Januari 2012

Pribadi Yang Dekat Dengan Keberhasilan


Sobatku sekalian setiap manusia pasti menginginkan Keberhasilan dalam setiap tindakan yang dilakukan. Hal ini sangat wajar karena memang kita tidak menginginkan kegagalan dalam setiap tindakan yang kita lakukan. 

Karena selain menguras waktu kegagalan juga menguras Pikiran, Fisik, materi dan bahkan yang paling dalam adalah perasaan.

Namun demikian jangan jadikan Kegagalan sebagai momok atau hal yang menakutkan bagi setiap tindakan yang kita lakukan.

Ketika kegagalan sedang bersama kita, memang tidak dapat dipungkiri hal tersebut membuat kita down, seakan tidak percaya kalau kita gagal, dan semakin meratapai kegagalan tersebut. Hal ini lah yang menyebabkan diri kita sulit untuk Mencapai keberhasilan, jangankan untuk sukses, untuk bangkit saja memerlukan waktu yang lama.

Lalu Bagaimana Menyikapi Kegagalan?
Mungkin muncul dibenak sobat mengenai bagaimana menyikapi sebuah kegagalan.

Semua manusia pasti pernah gagal, entah gagal dalam hal apapun yang pasti semua manusia sudah pernah mengalami kegagalan. Dan begitupula dengan saya, sayapun juga pernah mengalamu kegagalan, baik dalam hal akedemik, non akademik, kehidupan pribadi dll.

Jadikanlah kegagalan sebagai pemicu semangat, sebagai motivasi untuk kedepannya dapat lebih baik. Jadikan kegagalan sebagai tenaga baru untuk memperbaiki menuju keberhasilan kedepan.

Sedikit Sekali Kesuksesan yang dibangun tanpa Kegagalan

Benar, hal tersebut telah dibuktikan kepada ilmuwan-ilmuwan kita, mereka yang berhasil menemukan dan menciptakan sebuah hal hal baru seperti lampu, itupun diawalai dengan kegagalan, tidak cukup dengan sekali gagal namun berkali-kali gagal. Tapi apa, ilmuwan tersebut menjadikan sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga yang bergurna untuk menciptakan karyanya lebih bagus ke depannya.

Jangan meratapi kegagalan karena kesuksesan, keberhasilan akan enggan datang
Jadilah pribadi yang siap gagal karena pribadi yang siap gagal adalah pribadi yang dekat dengan keberhasilan @Kutipan_­Anda

Sabtu, 31 Desember 2011

Kenangan Yang Kembali

Terdampar dalam kenangan yang mengharukan saat ku ingat dirimu di malam pergantian tahun.

Saat itu juga kurasa rentetan tetesan demi tetesan air mata yang tiba-tiba meluncur.
Kenangan yang telah lama terkubur, tiba-tiba muncul kembali bak film yang telah rapi di scenario dan dijadwal pemutarannya.

Tergambar jelas saat-saat bersamamu, seperti menggunakan kamera yang berpixel tinggi sangat-sangat jelas sekali.

Berjalan bersama, berucap janji bersama, makan sepiring berdua, dan semua kenangan yang telah terkubur dalam-dalam, muncul seketika dimalam pergantian tahun baru ini.
Kini ku tak tahu engkau dimana, bagaimana kabarmu, sedang apa dirimu. Dan dalam hati bertanya “akankah aku dapat kembali bertemu denganmu?”

Ku ingat saat kau menangis dipundakku yang saat itu memohon untuk tidak pergi jauh darinya menjadi saat saat yang mengharukan

Wahai masa laluku, disini aku bernyanyi untukmu.
Apakah kau dengar alunan laguku, yang ku ciptakan khusus hanya untukmu sebagai pelengkap cerita kisah tentang kita.

RENUNGKANLAH

RENUNGKANLAH

Keberhasilan adalah harapan orang Tua kita
Setiap langkah dan tetesan air matanya terucap alunan doa yang merdu dan indah
 
Ia rela membuat dirinya miskin demi kita
Ia merasa kenyang saat kita meminta kebutuhan pokok meskipun perutnya melilit kesakitan karena lapar
 
Uang ratusan ribu tak berarti dimatanya demi perlengkapan hidup kita
Tubuh yang kita rawat setiap saat untuk menjaga kelembutan
Sementara orang tua kita ditengah teriknya matahari membuat kulitnya keriput
 
Keringat bercucuran demi mencari sesuap nasi, tapi adakah kita meneteskan air mata untuknya dan mendoakannya? 
 

Mari kita renungkan bersama

Selasa, 27 Desember 2011

Renungan "Tulusnya Kasih Sayang Mu"

Renungan "Tulusnya Kasih Sayang Mu"

Berawal dari sebuah Video yang ku dapat dari seorang teman, akhirnya ku goreskan lewat sebuah tulisan sederhana. Bukan berniat untuk mengcopas namun untuk menshare kepada sobat-sobat sekalian untuk mencoba merenungkan mengenai hal ini.

Sebuah renungan untuk kita yang mungkin kita tak pernah sadar bahwa sebenarnya kita selalu dikelilingi orang yang sangat menyayangi kita, yang sangat mencintai kita.

Ingatkah engkau saat masih berumur 1 Tahun,
Dengan penuh kasih Dia merawatmu, menyuapimu dan memandikanmu,
Namun apabalasan yang diterimanya,
Kau menangis sepanjang malam, sampai membuat Dia khawatir dan bahkan tidak tidur semalaman.

Ingatkah engkau saat berumur 2 Tahun,
Dia mengajarimu cara berjalan,
Kini engkau bisa berjalan, dan apa balasan untuk dia,
Kau kabur disaat Dia memanggilmu.
Saat kau berumur 4 Tahun,

Kau dihadiahi Pensil Warna,
sebagai balasannya,
Kau mengotori dinding dengan mencoret-coretnya.

Saat Kau Berumur 7 Tahun,
Dia membelikanmu Bola,
dan sebagai balasannya,
Kau melemparkan bola itu ke jendela tetangga,

Waktu engkau berumur 10 Tahun,
Dia selalu mengantarmu kemanapun kau mau,
Dari kolam renang sampai ulang tahun,
Sebagai Balasannya,
Engkau bermain asyik dengan temanmu,
Sampai tak menghiraukan panggilan dari orang tuamu.

Lalu saat kau berumur 13 Tahun,
Dia menyarankanu untuk memotong rambut,
Namun apa jawabanmu,
kau menjawab Mama tidak tau mode ya.

Ketika Usia beranjak ke 15 Tahun,
Saat Dia pulang kerja dan ingin memelukmu,
Namun kau justru mengunci Pintumu Rapat-rapat.
Saat kulit semakin berkerut dan tenaga yang sudah mulai redup termakan oleh usia,
Namun Dia tetap berusaha untuk tetap dapat melihat Kau bisa Seperti Mereka

Saat umurmu mencapai 18 Tahun,
dan Kau Lulus SMA,
Dia sangat senang bahagia dan terharu melihat Kau lulus SMA,
namun sebagai balasannya,
Engkau justru berpesta seharian dengan teman-temanmu.

Umurpun beranjak ke 19 Tahun
Dia berusaha semampunya untuk dapat membayar semua biaya Kuliahmu,
dan senantiasa menghantar saat hari pertama,
namun apabalasannya,
Kau justru minta untuk diturunkan jauh sebelum Kampus, jauh dari gerbang
karena malu terhadap temen-temen tentang orang tuamu.

Saat umur bertambah menjadi 20 Tahun
Dia bertanya kepadamu, “Dari mana seharian nak?”
namun apa balasan jawabanmu,
Ah, Cerewet Amat Sih, Pengen tau aja urusan anak muda.
Saat Pernikahanpun Tiba,
Dia membantu membiayai pernikahanmu,
namun sebagai balasannya,
Kau malah pergi keluar kota meninggalkannya.

Waktu engkau telah menjadi PNS,
Dia meneleponmu, memintamu untuk menghantarnya ke acara syukuran,
Namun apa balasannya,
Kau menolak dengan alasan, Aku sedang sibuk ma”.

Ketika Usiamu mencapai umur ke 37 Tahun,
saat Dia sakit-sakitan dan butuh perawatan,
dan apa balasanmu,
Kau malah berfikir efek negative ketika orang tua numpang di rumah anaknya.
Dan tibalah saatnyam ketika suatu hari Dia sudah tidak ada, dan meninggalkanmu selama-lamanya,

engkau baru tersadar akan semuanya,
semua yang belum kau lakukan untuk Orang  Tuamu,
yang sangat mengguncang jiwa, dan sangat memilukan,
hingga beranggapan bahwa aku anak tidak berguna.

Untuk itu sobat sekalian
Selagi Orang Tua Kita masih ada, Berikanlah mereka Kasih sayang dan cintamu untuk mereka,
Mereka tidak meminta apapun darimu, Mereka Bahagia bila melihatmu bahagia.

Merekalah yang merawat kita dari kecil hingga saat ini kita bisa seperti saat ini.
Meskipun mereka sudah tiada, jangan kau lupakan semua yang pernah mereka lakukan terhadapmu,

Kasih sayangnya, Cintanya, Ketulusannya dan Doakanlah mereka agar selalu berada di Sisi-Nya dan senantiasa mendapat ampunan.